Hitung defleksi dan momen jepit.
Masukkan panjang balok, Modulus Young (E) material, dan Momen Inersia (I). Untuk baja, E biasanya 200-210 GPa.
Masukkan beban yang bekerja (beban titik atau Beban Terbagi Rata - UDL). Pilih kondisi tumpuan: Tumpuan Sederhana, Kantilever, atau Jepit-Jepit.
Alat ini menghasilkan lendutan maksimum (δ) dan rotasi (θ). Pastikan lendutan berada dalam batas yang ditetapkan oleh peraturan bangunan (mis. L/360 untuk balok lantai).
Beban titik di ujung melendutkan ujung bebas sebesar δ = PL³/3EI, enam belas kali PL³/48EI dari balok sama yang ditumpu sederhana pada bentang yang sama. Seluruh beban ditahan oleh satu ujung jepit yang bekerja sebagai kantilever, sehingga kantilever jauh lebih lentur dan hampir selalu ditentukan oleh lendutan bukan tegangan.
Selalu pada tumpuan jepit (akar), tidak pernah di ujung bebas. Beban titik ujung memberi momen akar M = PL; beban merata memberi M = wL²/2. Misalnya, beban 5 kN di ujung kantilever 2 m mengembangkan momen 10 kN·m di dinding, di mana penampang dan sambungan harus ditentukan ukurannya.
Itu adalah sudut yang dirotasikan ujung bebas dari horizontal: θ = PL²/2EI untuk beban ujung, atau wL³/6EI untuk beban merata. Beban ujung 5 kN pada kantilever baja 2 m (E = 200 GPa, I = 8,36×10⁷ mm⁴) berputar sekitar 0,0006 rad. Kemiringan penting untuk pelapis, kaca, dan apa pun yang dikantileverkan lebih jauh dari ujung.
Ya. Dengan momen ujung M₀ yang diterapkan, gaya reaksi nol, momen konstan M₀ sepanjang panjang, ujung melendut sebesar M₀L²/2EI, dan rotasi ujung adalah M₀L/EI. Kasus ini berguna untuk memeriksa beban eksentris atau momen pagar balkon yang ditransfer ke kantilever.