Kalkulator Balok Sederhana | BeamMetric

Hitung defleksi, reaksi, dan momen lentur.

Cara Menggunakan Kalkulator Lendutan Balok

Masukkan panjang balok, Modulus Young (E) material, dan Momen Inersia (I). Untuk baja, E biasanya 200-210 GPa.

Masukkan beban yang bekerja (beban titik atau Beban Terbagi Rata - UDL). Pilih kondisi tumpuan: Tumpuan Sederhana, Kantilever, atau Jepit-Jepit.

Alat ini menghasilkan lendutan maksimum (δ) dan rotasi (θ). Pastikan lendutan berada dalam batas yang ditetapkan oleh peraturan bangunan (mis. L/360 untuk balok lantai).

FAQ

Pembebanan mana yang memberi momen tengah bentang terbesar?

Untuk total beban W yang sama pada bentang L, satu beban titik di tengah menghasilkan M = WL/4, sedangkan menyebarkan total yang sama sebagai beban merata mengurangi puncak separuh menjadi wL²/8 = WL/8. Memusatkan beban di tengah bentang karena itu lebih berat, itulah sebabnya beban titik di tengah adalah pemeriksaan kasus terburuk yang lazim.

Bagaimana lendutan maksimum dihitung?

Beban titik tengah melendut sebesar δ = PL³/48EI; beban merata sebesar δ = 5wL⁴/384EI. Sebagai contoh, balok baja 6 m (E = 200 GPa) dengan I = 8,36×10⁷ mm⁴ di bawah 10 kN/m melendut sekitar 10,1 mm di tengah bentang — rasio L/594 yang lolos batas lantai L/360.

Di mana reaksi tumpuan bekerja untuk beban tidak di tengah?

Reaksi membagi beban titik berbanding terbalik dengan jarak: R₁ = Pb/L dan R₂ = Pa/L, dengan a dan b diukur dari masing-masing tumpuan. Tumpuan yang lebih dekat ke beban memikul bagian lebih besar, dan kedua reaksi selalu berjumlah sama dengan beban yang bekerja menurut kesetimbangan vertikal.

Apa itu batas lendutan L/360?

Peraturan bangunan membatasi lendutan beban hidup elemen lantai pada L/360 — 16,7 mm pada bentang 6 m — untuk mencegah retaknya finishing dan rasa kenyal saat diinjak. Batas atap dan beban total biasanya lebih longgar (L/240 atau L/180); bandingkan δ yang dihitung dengan rasio yang dibutuhkan aplikasi Anda.